Selasa, 29 September 2015

Tragedi Mina 2015

TRAGEDI MINA....
Saat ini kaum muslim di seluruh dunia baru saja merayakan Hari Raya Idul Adha, yang juga sering disebut lebaran haji karena para kaum muslim sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Namun ungguh amat memprihatinkan ibadah haji di tahun 2015 ini. Setelah sebelumnya jamaah haji terkena musibah jatuhnya craine di masjidil haram yang cukup memakan banyak korban jiwa, beberapa dari mereka juga merupakan warga Indonesia. Saat ini jamaah haji juga terkena musibah di Mina saat melempar jumrah. Dimana saat itu orang-orang dari kelompok Afrika yang berhenti secara mendadak yang menyebabkan saling dorong mendorong dari bagian belakang. Kejadian itu terjadi pada jalur 204, para jamaah haji dari bagian belakang saling dorong mendorong sehingga banyak terjepit, terjatuh, dan terinjak-injak. Mereka melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan diri dari peristiwa itu. Namun, sayang sekali banyak sekali korban yang berjatuhan yaitu sebanyak 769 orang telah dikabarkan tewas dan 439 lainnya luka-luka. Kejadian ini bukan hanya terjadi di tahun 2015 ini, tetapi sudah 25 tahun belakangan ini terjadi yang menimbulkan banyak korban jiwa. Menurut saya pemerintah Arab Saudi harus segera melakukan tindakan agar tidak terjadi lagi musibah tersebut. Semoga kejadian tersebut tidak terjadi di tahun-tahun berikutnya dan yang meninggal semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT, Amiiin.

SOFTSKILL 1 ETIKA BISNIS



DEFINISI ETIKA DAN BISNIS
            Sering sekali etika disamakan dengan ajaran moral padahal etika dan moral mempunyai pengertian yang berbeda. Dalam mempelajari etika menurut Franz Magnis-Suseno kita perlu membandingkannya dengan ajaran moral. Merurut Sim, Etika adalah istilah filosofis yang berasal dari “etos,” kata Yunani yang berarti karakter atau kustom. Definisi erat dengan kepemimpinan yang efektif dalam organisasi, dalam hal ini berkonotasi kode organisasi menyampaikan integritas moral dan nilai-nilai yang konsisten dalam pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan menurut Brown and Petrello, Bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh.
ETIKA BISNIS
            Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
            Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
      1. Pengendalian diri
      2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
     3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya      perkembangan informasi dan teknologi
      4. Menciptakan persaingan yang sehat
      5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
      6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
      7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
      8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
      9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
      10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
      11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

ETIKA MORAL, HUKUM, DAN AGAMA
            Etika lebih condong ke arah ilmu tentang baik atau buruk. Selain itu etika lebih sering dikenal sebagai kode etik. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan atau nilai yang berkenaan dengan baik buruk.           
Dua kaidah dasar moral adalah :
  • Kaidah Sikap Baik. Pada dasarnya kita mesti bersikap baik terhadap apa saja. Bagaimana sikap baik itu harus dinyatakann dalam bentuk yang kongkret, tergantung dari apa yang baik dalam situasi kongkret itu.
  • Kaidah Keadilan. Prinsip keadilan adalah kesamaan yang masih tetap mempertimbangkan kebutuhan orang lain. Kesamaan beban yang terpakai harus dipikulkan harus sama, yang tentu saja disesuaikan dengan kadar angoota masing-masing.
            Sebenarnya antara moral dan hukum terdapat hubungan yang cukup erat. Karena anatara satu dengan yang lain saling mempegaruhi dan saling membutuhkan. Kualitas hukum ditentukan oleh moralnya. Karena itu hukum harus dinilai/diukur dengan norma moral. Undang-undang moral tidak dapat diganti apabila dalam suatu masyarakat kesadaran moralnya mencapai tahap cukup matang. Secaliknya moral pun membutuhkan hukum, moral akan mengambang saja apabil atidak dikukuhkan, diungkapkan dan dilembagakan dalam masyarakat. Dengan demikian hukum dapat meningkatkan dampak sosial moralitas. Walaupun begitu tetap saja antara Moral dan Hukum harus dibedakan. Perbedaan tersebut antara lain :
  • Hukum bersifat obyektif karena hukum dituliskan dan disusun dalam kitab undang-undang. Maka hkum lebih memiliki kepastian yang lebih besar.
  • Norma bersifat subyektif dan akibatnya seringkali diganggu oleh pertanyaan atau diskusi yang menginginkan kejelasan tentang etis dan tidaknya.
  • Hukum hanya membatasi ruang lingkupnya pada tingkah laku lahiriah manusia saja.
  • Sedangkan moralitas menyangkut perilaku batin seseorang.
  • Sanksi hukum bisanya dapat dipakasakan.
  • Sedangkan sanksi moral satu-satunya adalah pada kenyataan bahwa hati nuraninya akan merasa tidak tenang.
  • Sanksi hukum pada dasarnya didasarkan pada kehendak masyarakat.
  • Sedangkan moralitas tidak akan dapat diubah oleh masyarakat
            Etika mendukung keberadaan Agama, dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah.Perbedaan antara etika dan ajaran moral agama yakni etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional. Sedangkan Agama menuntut seseorang untuk mendasarkan diri pada wahtu Tuhan dan ajaran agama.

KLASIFIKASI ETIKA
Menurut buku yang berjudul “Hukum dan Etika Bisnis” karangan Dr. H. Budi Untung, S.H., M.M, etika dapat diklasifikasikan menjadi :
            1. Etika Deskriptif
            Etika deskriptif yaitu etika di mana objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku     manusia dalam mengejar tujuan hidupnya sebagaimana adanya. Nilai dan pola            perilaku manusia sebagaimana adanya ini tercemin pada situasi dan kondisi yang          telah membudaya di masyarakat secara turun-temurun.
             2. Etika Normatif
            Etika normatif yaitu sikap dan perilaku manusia atau massyarakat sesuai dengan    norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi tuntutan dan             perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat. Adanya tuntutan yang menjadi avuan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam menjalankan kehidupannya.
            3. Etika Deontologi
            Etika deontologi yaitu etika yang dilaksanakan dengan dorongan oleh kewajiban   untuk berbuat baik terhadap orang atau pihak lain dari pelaku kehidupan. Bukan           hanya dilihat dari akibat dan tujuan yang ditimbulakan oleh sesuatu kegiatan atau                    aktivitas, tetapi dari sesuatu aktivitas yang dilaksanakan karena ingin berbuat   kebaikan terhadap masyarakat atau pihak lain.
            4. Etika Teleologi
            Etika Teleologi adalah etika yang diukur dari apa tujuan yang dicapai oleh para                  pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik. Artinya sesuatu yang            dicapai adalah sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari        kepentingan pihak yang terkait, maupun dilihat dari kepentingan semua pihak. Dalam    etika ini dikelompollan menjadi dua macam yaitu :
·         Egoisme
                        Egoisme yaitu etika yang baik menurut pelaku saja, sedangkan bagi yang lain                     mungkin tidak baik.
·         Utilitarianisme
                        Utilitarianisme adalah etika yang baik bagi semua pihak, artinya semua pihak                      baik             yang terkait langsung maupun tidak langsung akan menerima pengaruh                   yang baik.
            5. Etika Relatifisme
Etika relatifisme adalah etika yang dipergunakan di mana mengandung perbedaan kepentingan antara kelompok pasrial dan kelompok universal atau global. Etika ini hanya berlaku bagi kelompok passrial, misalnya etika yang sesuai dengan adat istiadat lokal, regional dan konvensi, sifat dan lain-lain. Dengan demikian tidak berlaku bagi semua pihak atau masyarakat yang bersifat global.

KONSEPSI ETIKA
            Konsep-konsep dasar etika antara lain adalah (Bertens, 2002): (i) ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia serta azas-azas akhlak (moral) serta kesusilaan hati seseorang untuk berbuat baik dan juga untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah Laku seseorang terhadap orang lain.






Kamis, 28 Mei 2015

CATATAN HARIAN PI



CATATAN HARIAN TENTANG PENULISAN ILMIAH

PI yang melelahkan..........
                Berhubung saya kuliah di Universitas Gunadarma saya harus berhadapan dengan yang namanya “Penulisan Ilmiah” di semester 6 ini. Tugas yang telah menyita waktu, tenaga, uang, dan pikiran saya itu cukup membuat saya pusing. Awal penulisan ilmiah kebetulan untuk jurusan saya yaitu manajemen di mulai dari semester 5. Pertama-tama diberi tahu kalau penulisan ilmiah di mulai dari semester 5 saya kaget, takut, dan bingung karena sama sekali belum ada bayangan tentang penulisan ilmiah yang akan saya buat. Selain itu, saya juga takut mendapat dosen pembimbing ang galak tapi ternyata saya mendapat dosen pembimbing yang baik dan sabar bernama Bu Christera walaupun kadang ia suka kesal kalau saya belum mengerti apa yang ia jelaskan. Dan akhirnya yang terjadi bisa dibilang selama semester 5 berlangsung saya masih bingung untuk menentukan judul apa yang akan saya ambil dalam penulisan ilmiah yang akan saya buat.
                Lalu waktu terus berjalan dan akhirnya sampailah saya di semester 6 yang semakin membuat saya menjadi takut karena PI yang belum terselesaikan. Seiring berjalannya waktu akhirnya saya menemukan judul yang cocok yang akan saya buat dalam PI saya. Pertama-tama mulailah saya membuat Bab I, setelah selesai saya membuat Bab I saya konsultasi dengan dosen pembimbing ternyata masih ada revisian. Lalu setelah di revisi saya lanjut mengerjakan sampai dengan Bab III dan seperti biasa setelah diperiksa pasti ada yang harus di revisi. Lalu Bab I, Bab II, dan, Bab III selesai dan sudah tidak ada revisi lagi baru mulailah saya memasuki Bab IV yang berisi pembahasan.
                Di Bab IV banyak sekali yang membuat saya bingung, terutama dengan SPSS karena saya di haruskan menggunakan SPSS padahal saya sama sekali belum pernah menggunakannya dan itu membuat saya pusing serta bingung. Butuh waktu berminggu-minggu untuk membuat Bab IV dan akhirnya setelah berkali-kali revisi Bab IV selesai juga Bab IV saya. Bab IV selesai saya lanjut membuat Bab V dan saat ini PI saya sudah sampai di Bab V tetapi belum ada kabar lagi dari dosen pembimbing saya apakah ada revisi lagi atau tidak. Jika sudah tidak ada revisi lagi saya akan meneruskan membuat cover, daftar isi, kata pengantar, dll. Saya berharap bisa cepat selesai dan cepat sidang.

PAPER

 PAPER 

PENYUSUNAN SINTESIS
  • Pengertian Penyusunan Sintesis.
Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan sebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus.” Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986) yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia.
  • Cara Membuat Sintesis Tulisan
Sejumlah syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, diantaranya :
  1. Penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya.
  2. Bersikap kritis atas sumber yang dibacanya.
  3. Sudut pandang penulis harus tajam.
  4. Penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya, dan
  5. Penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.
  • Cara Membuat Tulisan Dari Bahan Bacaan Yang Beragam
Sebuah keterampilan. Tidak semua orang mampu dengan cermat dan tepat membuat tulisan dari bahan bacaan yang dibacanya. menggariskan cara yang berbeda  dan kita dapat mengubah produk data anda untuk mengoptimalkan pengungkapan, Sering kali ini memerlukan produk informasi lebih dari yang kita sediakan. Masing-masing laporan berlaku untuk jumlah produk yang tercantum.
KARANGAN ILMIAH
  • Karangan ilmiah
Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
  • Memberi penjelasan
  • Memberi komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan
  • Membuktikan hipotesa
Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
  • Skripsi, Tesis, Disertasi
  1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
  1. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
  1. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
  • Karangan ilmiah popular
Karangan ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Karya ilmiah (Dalman, 2012:113-114) memiliki ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari empat aspek, yaitu :
  1. Struktur. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal, bagian inti dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan.
  2. Komponen dan Substansi. Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
  3. Sikap Penulis. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan kata atau gaya bahasa impersonal.
  4. Penggunaan Bahasa. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
  • Laporan
Laporan ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oelh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan. Laporan harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan.
  • Dasar Membuat Laporan
    Terdapat 5 hal yang menjadi dasar dalam membuat laporan, antara lain:
    Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
    2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
  1. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
    4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
    5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
  • JURNAL ILMIAH
Jurnal ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. (Hakim, 2012)
Jurnal ilmiah wajib memenuhi persyaratan administratif sebagai berikut :
  1. Memiliki International Standard Serial Number (ISSN).
  2. Memiliki mitra bestari paling sedikit 4 (empat) orang.
  3. Diterbitkan secara teratur dengan frekuensi paling sedikit dua kali dalam setahun, kecuali majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frekuensi satu kali dalam satu tahun.
  4. Bertiras tiap kali penerbitan paling sedikit berjumlah 300 eksemplar, kecuali majalah ilmiah yang menerbitkan sistem jurnal elektronik (e-journal) dan majalah ilmiah yang menerapkan sistem daring (online) dengan persyaratan sama dengan persyaratan majalah ilmiah tercetak.
  5. Memuat artikel utama tiap kali penerbitan berjumlah paling sedikit 5 (lima), selain dapat ditambahkan dengan artikel komunikasi pendek yang dibatasi paling banyak 3 (tiga) buah.
Sumber data dan informasi ilmiah yang dijadikan dasar dalam penyusunan KTI (karya tulis ilmiah) seperti jurnal ilmiah adalah tulisan yang mengandung data dan informasi yang memajukan iptek serta ditulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah.
KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH
  • KONSEP LAPORAN ILMIAH
Karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar
Jenis – jenis Laporan
  • laporan berbentuk formulir
  • laporan berbentuk surat
  • laporan berbentuk memorandum (memo)
  • laporan berbentuk naskah
  • laporan berbentuk buku
Ciri-ciri Laporan
  • Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku).
  • Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya.
  • Laporan disertakan dengan identifikasi masalah
  • Data yang lengkap sebagai pendukung laporan
  • Adanya kesimpulan dan saran
Syarat-syarat pembuatan Laporan
  • Clear : Kejelasan suatu laporan diperlukan baik kejelasan dalam pemakaian bahasa, istilah, maupun kata-kata harus yang mudah dicerna, dipahami dan dimengerti bagi si pembaca.
  • Mengenai sasaran permasalahannya : Caranya dengan jalan menghindarkan pemakaian kata-kata yang membingungkan atau tidak muluk-muluk, demikian juga hal dalam penyusunan kata-kata maupun kalimat harus jelasm singkat jangan sampai melantur kemana-mana dan bertele-tele yang membuat si pembaca laporan semakin bingung dan tidak mengerti.
  • Lengkap (complete) : Kelengkapan tersebut menyangkut :#. Permasalahan yang dibahas harus sudah terselesaikan semua sehingga tidak menimbulkan tanda tanya#. Pembahasan urutan permasalahan harus sesuai dengan prioritas penting tidaknya permasalahan diselesaikan
  • Tepat waktu dan cermat : Tepat waktu sangat diperlukan dalam penyampaian laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkan karena pihak yang membutuhkan laporan untuk menghadapi masalah-masalah yang bersifat mendadak membutuhkan pembuatan laporan yang bisa diusahakan secepat-cepatnya dibuat dan disampaikan.
  • Tetap (consistent) : Laporan yang didukung data-data yang bersifat tetap dalam arti selalu akurat dan tidak berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu dan keadaan akan membuat suatu laporan lebih dapat dipercaya dan diterima.
  • Objective dan Factual : Pembuatan laporan harus berdasarkan fakta-fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya maupun dibuat secara obyektif.
  • Harus ada proses timbal balik : Laporan yang baik harus bisa dipahami dan dimengerti sehingga menimbulkan gairah dan minat si pembaca ; b. Jika si pembaca memberikan respon berarti menunjukkan adanya proses timbal balik yang bisa memanfaatkan secara pemberi laporan maupun si pembaca laporan.