Senin, 01 April 2013

Tips to help keep your kidneys healthy


Tips to help keep your kidneys healthy:
·      1.   Keep your blood pressure at the target set by your health care provider. This can delay or prevent kidney failure.
·      2.Eat lots of  fresh fruit and vegetables (particularly the latter) together with grass fed beef and free range chicken and eggs.
·       3.Try to drink only water instead of other drinks. This should be pure filtered water – at several glasses per day (6-8 glasses a day).
·       4.Stay away from sugars, sodas and artificial sweeteners, processed salty foods and the bad trans fats and change to natural salt and good fats such as butter from raw cream, olive oil and organic cocnut oil.  Stevia is a safe replacement for sugar.
·       5.Cut back on salt. Aim for less than 1,500 milligrams of sodium each day.
·       6.  Be more physically active. Stay fit by at least 30 minutes of physical activity that increases your heart rate on five or more days of the week – suggestions include: including walking, bike riding, swimming or gentle aerobics.
·      7.Lose weight if you are overweight. Maintain a healthy weight and of course this will be achieved through the other lifestyle changes that you make.
·      8.If you smoke, take steps to quit. Cigarette smoking can make kidney damage worse.
·      9. Take medicines the way your provider tells you to. (Important! Certain blood pressure medicines called ACE inhibitors and ARBs may protect your kidneys. Ask your health care provider for more information.)


direct and indirect speech


1. Direct Speech 
Saying exactly what someone has said is called direct speech, sometimes called quoted speech. Here what a person says appears within quotation marks ("...") and should be word for word.
2. Indirect Speech 
Indirect speech (reported speech), doesn't use quotation marks to enclose what the person said and it doesn't have to be word for word.
When reporting speech the tense usually changes. This is because when we use reported speech, we are usually talking about a time in the past, because obviously the person who spoke originally spoke in the past. The verbs therefore usually have to be in the past too.
Example :
• Direct: Budi said, “I am very busy now.” 
• Indirect: Budi said that he was very busy then.
• Direct : She said, “ my Father is writing letter.” 
• Indirect: She said that her Father was writing letter. 
It will be noticed that in Direct Speech, we use inverted commas to mark off the exact words of the speaker. In Indirect Speech we do not use the inverted commas. 

It will be further noticed that in changing the above Direct Speech into Indirect speech, certain changes have been made. 

Thus: 
i. We have used the conjunction ‘that’ before the Indirect Statement. 

ii. The pronoun “I” is changed to “HE”. (The Pronoun is changed in Person) 

iii. The verb “am” is changed to “was”. 

iv. The adverb “now” is changed to “then”. 
Rules for changing Direct into Indirect Speech: 

 When the reporting or principal verb is in the Past Tense, all the Present Tenses in the Direct Speech are changed into Past Tense. 
1.     A simple present tense becomes simple past tense.
Example :
·         She said, “its cold.”
·         She said it was cold.
2.    A present continuous tense becomes a past continuous.
Example :
·         She said, “i’m teaching english.”
·         She said she was teaching english
3.    A present perfect becomes a past perfect.
Example :
·         She said, “I’ve been on the web since 1999.”
·         She said she had been on the web since 1999.
4.    simple past tense becomes the past perfect tense. 
Example :
·         She said, “I taught online yesterday.”
·         She said she had taught online yesterday.
5.    Past continuous become past perfect contonuous
Example :
·         She said, “I was teaching earlier.”
·         She said she had been teaching earlier.
6.    Past perfect become past perfect.
Example :
·         She said, “the lesson had already started when he arrived.
·         She said the lesson had already started when he arrived.
7.    Past perfect continuous become past perfect continuous.
Example :
·         She said, “I’d already been teaching for five minutes.”
·         She said she’d already been teaching for five minutes.




Modal verb forms also sometimes change:
The shall of the future is changed into should. 
Example :
·         She said, “what shall we learn today?”
·         She asked what we should learn today.
The will of the future is changed into would. 
Example :
·         She said, “I will teach english tomorrow”
·         She said would teach english tomorrow.
The can and may of the future are changed into could and might respectively. 
Example :
·         She said, “I can teach english”
·         She said she could teach english.

·         She said,”May i open a new browser?”
·         She asked if she might open a new browser.












Jumat, 18 Januari 2013


TARI TOPENG CIREBON
Di Indonesia kaya akan budaya, dari berbagai macam Pulau yaitu Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dll. Di sini saya akan membahas salah satu budaya di Indonesia dari Pulau Jawa tepatnya dari Provinsi Jawa Barat yaitu Tari Topeng Cirebon.

Sejarah dari Tari Topeng tersebut adalah konon pada awalnya tarian tersebut di ciptakan oleh sultan yang cukup terkenal, yaitu Sunan Gunung Jati. Pada saat itu Sunan Gunung Jati diserang oleh seorang pangeran yang cukup sakti. Karena Sunan Gunung Jati merasa tidak mampu mengalahkan Pangeran tersebut dengan cara kekerasan Sunan Gunung Jati pun memilih melawan Pangeran tersebut dengan cara diplomasi kesenian. Sunan Gunung Jati mengutus seorang perempuan untuk membawakan Tarian Topeng. Dan pada akhirnya Pangeran tersebut jatuh cinta terhadap penari yang di utus oleh Sunan Gunung Jati dan akhirnya Pangeran itu pun menyerah kepada Sunan Gunung Jati.

Dari kejadian tersebut hingga sekarang Tari Topeng Cirebon masih terkenal. Tari Topeng dapat dimainkan oleh satu orang atau lebih. Saat menari, penari berganti topeng hingga tiga kali. Dimulai dari topeng putih, biru, dan di akhiri dengan topeng merah. Uniknya, tiap warna topeng yang dikenakan, gamelan yang ditabuh pun semakin keras sebagai perlambang dari karakter tokoh yang diperankan. Tarian ini diawali dengan formasi membungkuk sebagai tanda penghormatan kepada penonton dan tanda bahwa tarian akan segera dimulai. Setelah itu, kaki para penari digerakkan melangkah maju-mundur yang diiringi dengan rentangan tangan dan senyuman kepada para penontonnya. Gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan membelakangi penonton dengan menggoyangkan pinggulnya sambil memakai topeng berwarna putih. Setelah itu penari memutar tubuhnya dan berbalik arah ke belakang sambil mengganti topeng menjadi warna biru. Proses serupa juga dilakukan ketika penari berganti topeng yang berwarna merah.


Seperti yang saya sebutkan diatas, masing-masing warna topeng yang dikenakan mewakili karakter tokoh yang dimainkan, sebut saja misalnya warna putih. Warna ini melambangkan tokoh yang punya karakter lembut dan alim. Sedangkan topeng warna biru, warna itu menggambarkan karakter sang ratu yang lincah dan anggun. Kemudian yang terakhir, warna merah menggambarkan karakter yang berangasan (tempramental) dan tidak sabaran. Dan busana yang dikenakan penari sendiri adalah biasanya selalu memiliki unsur warna kuning, hijau dan merah yang terdiri dari toka-toka, apok, kebaya, sinjang, dan ampreng.


 Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/tari_topeng_cirebon



suku bawean



SUKU BAWEAN
Sejarah
Suku Bawean berasal dari Jawa Timur. Suku Bawean lebih di kenal dengan sebutan Boyan oleh masyarakat Melayu Malaka dan Malaysia dan dalam pandangan mereka Boyan berarti sopir dan tukang kebun (kephun dalam bahasa bawean) karena profesi sebagian masyarakat asal Bawean adalah bekerja di kebun atau sebagai sopir. Orang-orang Bawean merupakan satu kelompok kecil dari masyarakat Melayu yang berasal dari Pulau Bawean yang terletak di Laut Jawa antara dua pulau besar yaitu Pulau Kalimantan di utara dan Pulau Jawa di selatan. Letak Pulau bawean sekitar 80 mil ke arah utara Surabaya dan masuk kabupaten Gresik. Pulau Bawean memliki 2 kecamatan yaitu kecamatan Sangkapura dan Tambak. Diponggo merupakan salah satu keluarahan di Pulau Bawean yang bahasanya berbeda dengan desa-desa lain, masyarakat Diponggo menggunakan bahasa semi jawa yang merupakan warisan dari seorang ulama wanita bernama Waliyah Zainab yang masih keturunan dari Sunan Ampel.

Kedatangan orang-orang Bawean ke Malaka tidak dapat ditentukan waktunya karena tidak ada bukti dan dokumentasi sejarah. Berbagai pendapat yang dikemukakan tidak bisa menunjukkan waktu yang tepat. Pendapat pertama mengatakan bahwa ada orang yang bernama Tok Ayar datang ke Malaka pada tahun 1819. Pendapat yang kedua mengatakan bahwa orang Bawean datang pada tahun 1824, kira-kira semasa penjajahan Inggris di Malaka. Pendapat yang ketiga mengatakan orang Bawean sudah ada di Malaka sebelum tahun 1900 dan pada tahun itu sudah banyak orang Bawean di Malaka. Masyarakat Bawean umumnya tinggal di kota atau daerah yang dekat dengan kota jarang ditemukan orang Bawean yang tinggal jauh dari kota. Jumlah orang Bawean yang terdapat di Malaka diperkirakan tidak melebihi seribu orang.
Orang Bawean juga tersebar di Lembah Klang, seperti kawasan Ampang, Gombak, Balakong, dan Shah Alam. Mereka membeli tanah dan membangun rumah secara berkelompok. Di Gelugor, Pulau Pinang, terdapat sekurang-kurangnya 2 keluarga besar orang Bawean. Mereka menggunakan bahasa Melayu dialek Pulau Pinang untuk bertutur dengan orang bukan Bawean.
Karena tinggal di Malaysia anak-anak yang lahir disana telah menjadi warga Malaysia. Perantau-perantau yang datang dari tahun 90-an ada yang telah menerima status penduduk tetap. Orang Bawean terkenal dengan keahlian membuat bangunan dan rumah. Ada juga yang menjadi usahawan kecil seperti sub-kontraktor pembersih bangunan dan peniaga runcit.
Perbedaan Orang Bawean dan Orang Madura
Walaupun bahasa mereka mirip tetapi adat dan budaya mereka berbeda. Tidak yang ada di Baweanitu orang madura karena dahulu sudah ada kerjaan yang dipimpin oleh raja babileono (juga dikenal sebagai raja babi). Selain itu juga karena adanya perkawinan campuran madura, jawa, bugis maupun palembang sehingga memengaruhi pada kebiasaan dan adat istiadat mereka
Budaya-Budaya Orang Bawean
  • Kercengan
Biasanya di gunakan pada saat upacara pernikahan. Penari berbaris sebaris atau dua baris. Pemain kompang dan penyanyi duduk di barisan belakang. Lagu-lagu yang dimainkan adalah lagu-lagu salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pemain kercengan terdiri dari laki-laki dan perempuan.
  • Cukur Jambul
Bayi yang telah genap usianya 40 hari mengikuti acara bercukur jambul. Adat ini sama seperti adat orang Melayu dan Jawa. Bacaan berzanji bersama paluan kompang merayakan bayi yang di cukur rambutnya.

Sifat Orang Bawean
Orang bawean memiliki sifat yang suliat di atur, keras, dan sok pinter sifat tersebut menunjukan bahwa orang bawean adalah orang yang hebat dengan tingkat kemandirian yang lebih.

 sumber :
  http://id.wikipedia.org/wiki/suku_bawean